KOLTIM, Aspirasisultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) resmi menggelar rapat paripurna dengan agenda utama persetujuan dan penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025. Rapat yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Rapat Paripurna DPRD, Kecamatan Loea, pada Selasa (30/09/2025), dengan dihadiri oleh jajaran eksekutif dan legislatif Kabupaten Koltim.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Koltim, Hj. Jumhani, S.Pd., M.Si., yang didampingi para wakil ketua dan anggota DPRD lainnya. Turut hadir Plt. Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., para asisten Sekretariat Daerah, staf ahli bupati, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Koltim, camat se-Kabupaten Kolaka Timur, perwakilan instansi vertikal, serta pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai kuatnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan berbagai unsur masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan di Wonua Sorume.
Dalam jalannya rapat, masing-masing fraksi DPRD diberi kesempatan menyampaikan pandangan akhir mereka terhadap Raperda APBD-P 2025. Secara bulat, seluruh fraksi menyatakan dukungan penuh dan menyepakati penetapan Raperda APBD-P tersebut menjadi Peraturan Daerah. Kesepakatan bersama ini menjadi bukti adanya komitmen yang solid antara DPRD dan pemerintah daerah untuk mengutamakan kepentingan rakyat dalam perencanaan keuangan daerah.
Plt. Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPRD atas kerja sama yang terjalin harmonis sejak tahap pembahasan hingga penetapan.
Menurutnya, APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 bukan hanya sekadar dokumen administrasi keuangan, melainkan instrumen strategis dalam menyesuaikan program-program pembangunan daerah dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“APBD Perubahan ini diharapkan dapat menjawab dinamika pembangunan yang terus berkembang. Dengan adanya penyesuaian anggaran, kita mampu memastikan bahwa program pemerintah daerah tetap relevan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kolaka Timur. Ini menjadi landasan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Yosep.
Lebih jauh, Yosep menambahkan bahwa keberhasilan penetapan APBD-P 2025 merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata-mata peran eksekutif. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, para OPD, hingga pihak-pihak teknis yang telah terlibat aktif dalam proses penyusunan Raperda.
“Semua pihak memiliki kontribusi nyata. Apa yang kita capai hari ini adalah hasil kolaborasi, dan saya berharap semangat ini terus terjaga demi keberlanjutan pembangunan di Wonua Sorume,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kolaka Timur, Hj. Jumhani, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, penetapan APBD-P tidak hanya soal teknis alokasi anggaran, tetapi juga mencerminkan tekad bersama antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan penggunaan APBD benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami di DPRD bersama pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian rapat, dilakukan pula penyerahan dokumen Raperda APBD-P Tahun Anggaran 2025 dari DPRD kepada Pemerintah Daerah Kolaka Timur. Proses seremonial ini menjadi simbol konkret kerja sama dua lembaga dalam menghasilkan produk hukum yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah.
Dengan disahkannya Raperda APBD-P 2025, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menegaskan langkah nyata untuk mengoptimalkan potensi anggaran daerah. Harapannya, setiap rupiah yang dikeluarkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Koltim.
Penetapan APBD-P ini juga menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Semua pihak berharap, langkah ini akan menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan Kolaka Timur yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera, sesuai dengan visi pembangunan Wonua Sorume.
Laporan : Jumran
