KOLTIM, Aspirasisultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) bagi peserta didik di sejumlah wilayah terdampak kabut asap akibat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
PJJ akan dilaksanakan selama lima hari, mulai 10 hingga 14 September 2026. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Lalolae, Kecamatan Mowewe, dan Kecamatan Tinondo.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh sekolah agar tetap melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media yang tersedia. Kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan secara daring melalui WhatsApp Group, Google Classroom, Learning Management System (LMS), maupun media pembelajaran interaktif lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing sekolah.
Meski peserta didik belajar dari rumah, para pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Pengaturan jam kerja dan sistem piket akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Selain itu, orang tua dan wali murid diharapkan turut berperan aktif dalam mendampingi proses belajar anak selama masa PJJ berlangsung. Mereka juga diminta memastikan anak tetap berada di rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko paparan kabut asap yang dapat berdampak pada kesehatan.
Pemkab Kolaka Timur menegaskan bahwa pelaksanaan PJJ akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka Timur akibat Karhutla.
Laporan : Jumran
