KOLTIM, Aspirasisultra.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kolaka Timur, Ino Sopandi, S.E., menjelaskan tujuan utama penyelenggaraan Pameran Ekonomi Kreatif dan Lomba Fashion Show Tenun Sorume saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, (10/12/2025).
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali kawasan rest area UMKM yang belakangan mengalami penurunan pengunjung.
Ino mengungkapkan bahwa anggaran kegiatan pada awalnya disiapkan untuk mengikuti agenda di tingkat provinsi. Namun karena kegiatan provinsi tersebut tidak terlaksana, Dinas Pariwisata memutuskan untuk mengalihkannya dan menyelenggarakannya di Koltim.
Menurutnya, langkah ini penting agar perputaran ekonomi dapat langsung dinikmati para pelaku UMKM lokal sekaligus memberi dampak positif bagi sektor pariwisata daerah.
Dua kegiatan utama yang digelar ialah pameran Ekonomi Kreatif dan Lomba Fashion Show Tenun Sorume. Meski anggaran terbatas, pihak dinas berupaya maksimal agar acara ini tetap meriah dan mampu menarik minat masyarakat. Selain menjadi ajang promosi, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Dalam pelaksanaan pameran ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata menggandeng Ketua UMKM Koltim serta sejumlah pelaku usaha kreatif yang sudah bekerja sama sebelumnya.
Produk yang dipamerkan antara lain kerajinan tangan, gula aren, serta berbagai hasil kreativitas lokal lainnya. Sebanyak 10 tenda didirikan dan dibagi dua, sehingga sedikitnya 20 UMKM baru dapat berpartisipasi tanpa mengganggu pedagang lama yang sudah menetap di rest area.
Pameran dan lomba tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Desember 2025. Pameran Ekonomi Kreatif dibuka pada 11 Desember, sementara Lomba Fashion Show Tenun Sorume digelar pada malam 12 dan 13 Desember.
Untuk Lomba Fashion Show Pada malam pertama, talenta muda-mudi Koltim yang telah meraih penghargaan di luar daerah turut diundang untuk tampil. Pemerintah daerah juga melibatkan Bupati, Sekda, serta para kepala OPD bersama pasangan masing-masing sebagai model yang mengenakan pakaian adat.
Ino menjelaskan bahwa kehadiran para pejabat di panggung peragaan busana dimaksudkan untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat lebih mengenal para kepala dinas yang hadir dan melihat komitmen mereka dalam mendukung kegiatan UMKM serta sektor pariwisata Koltim.
Pada malam kedua, lomba dibuka untuk peserta umum, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana bermotif Tenun Sorume sebagai upaya melestarikan identitas budaya daerah. Dewan juri berasal dari provinsi dan daerah setempat dengan kriteria penilaian meliputi kualitas bahan, estetika busana, dan teknik peragaan di atas panggung.
Ketika ditanya mengenai keberlanjutan kegiatan, Ino menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata berupaya menjadikannya program rutin tahunan. Penyelenggaraan di Koltim dipilih agar perputaran uang tetap berada di daerah, berbeda dengan kegiatan di tingkat provinsi yang kerap membuat peredaran ekonomi mengalir ke kota besar seperti Kendari.
Ino menambahkan bahwa pihaknya siap mengembangkan acara ini agar lebih besar dan dikenal luas hingga tingkat regional atau nasional. Ia menilai bahwa dengan konsep penyelenggaraan yang lebih profesional dan dukungan pelaku ekonomi kreatif dalam jumlah lebih banyak, kegiatan ini dapat menjadi ikon pariwisata Koltim.
Selain itu, Media menyodorkan pertanyaan wawancaranya, Apakah ke depannya Dinas Pariwisata berencana menyelenggarakan ajang pemilihan Putra Putri Koltim sebagai duta pariwisata untuk memperkuat promosi destinasi dan budaya daerah.
Ia menjawab rencana pemerintah untuk menghadirkan kembali ajang Pemilihan Putra-Putri Koltim sebagai duta pariwisata daerah. Ajang ini terakhir kali digelar sekitar empat tahun lalu, dan Ino menyebut bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Ibu Bupati selaku Ketua TP-PKK Koltim untuk memasukkan kegiatan tersebut dalam rangkaian perayaan HUT Kolaka Timur tahun depan.
Menutup wawancara, Ino mengimbau para kepala OPD dan seluruh masyarakat agar memanfaatkan res area UMKM selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kehadiran masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam membangkitkan kembali aktivitas ekonomi lokal, memperkuat identitas budaya melalui Tenun Sorume, serta memperluas ruang kreativitas masyarakat Kolaka Timur.
“Dengan terselenggaranya kegiatan yang terpusat di rest area tersebut, kami selaku pemerintah daerah berharap kunjungan masyarakat meningkat dan UMKM dapat kembali memperoleh pendapatan secara optimal,” tutupnya.
Laporan: Red
