KOLTIM, Aspirasisultra.com – Dalam upaya merawat warisan leluhur dan menjaga keharmonisan negeri, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kabupaten Kolaka Timur menyelenggarakan ritual adat Mosehe Wonua bertempat di Desa Wonua Mbuteo, Kecamatan Lalandai, tepatnya di area Makam Bokeo Robe, Senin (9/2/2026).
Mosehe Wonua merupakan tradisi pembersihan negeri atau ritual pensucian yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh suku Tolaki di wilayah Kerajaan Mekongga.
Ritual ini dilakukan sebagai bentuk permohonan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar daerah dan seluruh masyarakatnya senantiasa dilindungi dan dihindarkan dari segala bentuk pengaruh negatif atau marabahaya.
Ketua Panitia Pelaksana, Abd. Kadir, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol persatuan dan spiritualitas masyarakat Kolaka Timur.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kita terhadap nilai-nilai luhur budaya. Melalui Mosehe Wonua, kita berharap Kolaka Timur menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar Abd. Kadir.
Acara ini dihadiri oleh Plt Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd, Raja Bokeo Mekongga Ke-21, Sekretaris Daerah Rismanto Runda, S.Sos., M.M, Kapolres Kolaka timur, tokoh adat, jajaran pengurus LAT Kolaka Timur, serta tamu undangan penting lainnya.
Kehadiran para tokoh masyarakat dan pejabat daerah dalam acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi. Tentang Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kolaka Timur.
Lembaga Adat Tolaki merupakan organisasi yang berfokus pada pelestarian, pengembangan, dan pengawasan nilai-nilai adat serta kebudayaan suku Tolaki di wilayah Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Laporan : Jumran
