KOLTIM, Aspirasisultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Ekspose Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas atau FSVA) Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2026, bertempat di Aula Pemda Koltim, Kompleks Perkantoran Bupati, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Koltim di bawah pimpinan Dr. Idarwaty, M.M., Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Kolaka Timur dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati Koltim, Rusli, S.K.M. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur pemerintahan, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan terkait yang diundang untuk mendukung penguatan perencanaan pembangunan ketahanan pangan daerah.
Ekspose FSVA Tahun 2026 merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat perencanaan pembangunan ketahanan pangan yang berbasis data dan peta kerentanan yang akurat. Melalui kegiatan ini, kondisi ketahanan dan kerentanan pangan di Kabupaten Kolaka Timur diharapkan dapat dipetakan secara lebih terarah hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dokumen FSVA Tahun 2026 memuat analisis kondisi ketahanan dan kerentanan pangan berdasarkan 11 indikator, sebagaimana mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 10 Tahun 2022. Hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian dan intervensi khusus dari pemerintah.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya unsur Anggota DPRD Koltim, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, TP-PKK Kabupaten Kolaka Timur, Kodim 1412 Kolaka, Polres Kolaka Timur, serta unsur Badan Intelijen Negara (BIN).
Selain itu, hadir pula perwakilan Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur, meliputi staf ahli bupati, para asisten, kepala bagian, serta kepala perangkat daerah se-Kabupaten Kolaka Timur. Sejumlah instansi terkait lainnya juga diundang, antara lain Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kolaka Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka Timur, Perum BULOG Kantor Cabang Kolaka, Bank Sultra Kantor Cabang Kolaka Timur, RSUD Kabupaten Kolaka Timur, dan PDAM Kabupaten Kolaka Timur.
Peserta lainnya berasal dari unsur para camat se-Kabupaten Kolaka Timur, Tim Penyusun FSVA Koltim, serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari seluruh kecamatan. Sejumlah undangan tersebut hadir melalui perwakilan masing-masing instansi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan. Data dan informasi yang dihimpun dari berbagai sektor diharapkan dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan serta menentukan prioritas program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Melalui dokumen FSVA, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran mengenai wilayah yang memiliki tingkat kerentanan pangan sehingga langkah intervensi dapat direncanakan secara lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran.
Selain mendukung program ketahanan pangan, hasil pemetaan FSVA juga diharapkan menjadi rujukan dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan, khususnya pada wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Pemkab Koltim melalui Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan data, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Melalui Ekspose FSVA Tahun 2026, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman mengenai kondisi ketahanan dan kerentanan pangan di Kabupaten Kolaka Timur sehingga kebijakan dan program pembangunan yang dirumuskan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Laporan : Red
